5 Tujuan Mulia Zakat dalam Islam
Berikut tujuan mulia zakat dalam Islam :
1. Menjalankan perintah Allah SWT
Allah SWT sudah menerangkan secara jelas bahwa menunaikan zakat merupakan rukun Islam yang keempat dan wajib dipatuhi oleh umat muslim.
Allah dalam Al Qur’an yang artinya:
"Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk." (QS. Al Baqarah (2) : Ayat 43)
Selain itu, menunaikan zakat dilakukan oleh umat muslim semata-mata untuk meraih pahala yang besar dari Allah.
Allah dalam Al Qur’an yang artinya:
"Tetapi orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kepada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu, begitu pula mereka yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat dan beriman kepada Allah dan hari kemudian. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar."
(QS. An Nisa (4) : Ayat 162)
2. Bentuk syukur atas nikmat Allah SWT
Menunaikan zakat adalah bentuk pengakuan terhadap kemurahan Allah SWT sekaligus bentuk perwujudan rasa syukur atas nikmat tersebut. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya :
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (QS Ibrahim : 7).
3. Menyucikan dari dosa
Tujuan zakat lainnya terangkum dalam firman Allah yang menyebutkan bahwa menunaikan zakat sama artinya dengan menyucikan jiwa.
"Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
4. Membersihkan hati dari rasa iri dan dengki
Iri (hasad), dengki, dan kebencian merupakan penyakit berbahaya yang dapat melemahkan hubungan antar sesama muslim, bahkan berpotensi memutus tali persaudaraan. Sebab itu, Islam berupaya mengatasi bahaya sifat tersebut melalui pensyariatan kewajiban zakat.
Bagi para pemberi zakat yang menaati kewajiban tersebut, Allah sudah menjanjikannya dengan pahala yang dilipatgandakan dalam QS Al Baqarah (2) ayat 261 yang artinya :
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui."
5. Pondasi sebuah solidaritas
Momen zakat juga menjadi rangkaian sebuah solidaritas sosial bagi sesama manusia. Bagi orang yang mampu memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,
"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam sikap saling menyayangi, mengasihi dan melindungi adalah seperti jasad yang satu, bila ada satu anggota jasad yang sakit maka anggota lainnya akan ikut merasakannya dengan tidak tidur dan demam." (HR Muslim)
Semoga dengan wawasan ini kita bisa menunaikan zakat yang merupakan rukun Islam keempat.
